Pencegahan IMS di Kalangan Waria, Gay dan LSL
15 July 2010
Posted in
talkshow -
kesehatan

Dalam kehidupan manusia, sejak nenek moyang kita sampai sekarang, dalam diri manusia hanya diakui dengan adanya 2 dunia, yaitu dunia laki - laki dan dunia perempuan. Tetapis ebenarnya kalau kita mau melihat lebih mendalam dan kita mau jujur, bahwa diantara dunia tadi ada juga dunia lain seperti pelangi yaitu dunia sesama jenis ( Gay, waria, lesbi, LSL )
Sementara dalam kehidupan di masyarakat, dunia seperti ini masih dianggap tabu oleh sebagian besar masyarakat sehingga orang - orang yang menyukai sesama jenis akan sangat tertutup dan tidak ingin diketahui oleh masyarakat maupun keluarganya kecuali dengan sesamanya. Dan yang bisa diketahui dan dilihat hanya pada waria.
Sehingga dalam kehidupan pribadinya orang - orang pecinta sejenis akan selalu berusaha untuk menutup diri sepanjang masyarakat dan lingkungannya belum bisa menerima. Dan mereka akan selalu bersandiwara demi kenyamanan dirinya.
Hal ini berdampak pada perilakuk kelompok ini yang akhirnya tidak ingin memiliki pasangan tetap dan cenderung untuk berganti - ganti pasangan seksnya, yang akhirnya berdampak perilaku pada yang tidak aman dan berisiko untuk tertular penyakit kelamin dan juga HIV.
Untuk itu kelompok ini perlu ditangani secara serius guna meminimalkan resiko tertular IMS ( Infeksi Menular Seksual ) dan HIV dengan beberapa cara yaitu :
1. Pendekatan secara face to face
2. Melakukan diskusi interaktif
3. Penyediaan kondom dan lubricant
4. Memberikan layanan untuk konseling IMS dan HIV
5. Memberikan layanan rujukan untuk pemeriksaan dan pengobatan IMS
6. Memberikan layanan rujukan untuk pemeriksaan HIV dan dukungan bagi ODHIV
7. Memberikan layanan keliling pengambilan darah untuk penderita sifilis dan HIV
8. Melakukan promosi kesehatan dengan cara pembagian kondom gratis di gay Bar
Dalam kelompok ini, kondom dan lubricant (pelicin) merupakan hal yang sangat dibutuhkan untuk mencegah supaya tidak tertular IMS dan HIV. KArena mereka juga termasuk populasi rawan tertular HIV, sehingga mereka juga perlu mendapat perhatian dan penanganan yang sama seperti masyarakat pada umumnya.
| < Prev | Next > |
|---|








