Menara_102.8_FM_Radio_Bali_-_listen.menara-fm.com

Pentingnya Pendidikan Seks pada Remaja

 

sex-ed-image

Bersama Dr. AA.Kt.Sujana
FGP KSPAN Kota Denpasar

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyrakat, bangsa dan negara.



Sedangkan pendidikan seks adalah usaha sadar dan terencana untuk pembelajaran agar peserta didik memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang baik dan benar mengnenai seks dan seksualitas dengan didasari oleh pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, kecerdasan dan akhlak mulia sehingga mampu menghindari diri dari perilaku seks yang menyimpang.

Pendidikan seks diberikan melalui 3 jalur pendidikan, yaitu :
1. Pendidikan Formal
2. Pendidikan Informal
3. Pendidikan Non Formal

Untuk jalur pendidikan formal ( sekolah ) ada 2 pendekatan yang dilakukan yakni : pendekatan integrated dan pendekatan monolitik. Pendekatan integrated dapat dilakukan melalui 3 cara, yaitu : kurikuler, kokurikuler dan ekstra kurikuler.
Saat ini dunia pendidikan memililh pemberian pendidikan seks melalui pendekatan integrated yaitu terintegrasi kedalam mata pelajaran biologi ( cara kurikuler dan korikuler ) serta melalui ekskul KSPAN.

Pada rentang masa usia 10-19 tahun, seseorang secara biologis dan psikososial ada dalam masa laten, masa pubertas dan masa dinamis dengan emosional yang sangat labil. Oleh karena itu remaja sangat mudah terpengaruh dan terjerumus ke dalam pergaulan yang salah arah atau terjadi perilaku yang menyimpang.

Masa Laten merupakan masa dimana perhatian lebih tertuju dengan hal - hal diluar rumah, menerima informasi yang salah dari teman.
Masa Pubertas merupakan masa dimana tubuh mengalami perubahan besar - besaran ( struktur anak - anak menjadi dewasa ) ditandai dengan matangnya organ - organ reproduksi, termasuk pertumbuhan seks sekunder dan juga terjadi pertumbuhan fisik yang ssangat cepat.

Materi yang lebih ditekankan kepada remaja ialah : pendidikan kesehatan reproduksi remaja, IMS, KTD, Perilaku yang menyimpang, berpacaran sehat.
Written by :
Lena Menara