Remaja dan Kondom

 

 

condom

Bersama KISARA PKBI Bali

Pengertian remaja sebenarnya hanya sebatas pengelompokan individu yang sedang mengalami transisi dari anak - anak menuju usia dewasa. Terbatasnya informasi mengenai kesehatan reproduksi yang benar seta mitos - mitos yang beredar di masyarakat berdampak pada perilaku remaja yang pada akhirnya menjerumuskan mereka pada perilaku berisiko. Penyalahgunaan narkotika, hubungan seksual yang tidak aman, kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, IMS hingga HIV dan AIDS adalah beberapa dampak dari minimnya akses informasi maupun akses layanan yang dibutuhkan remaja saat ini.

Benturan budaya yang masih tabu untuk membicarakan masalah yang berbau 'seks', serta gencarnya tayangan media yang kurang mendidik remaja saat ini, membuat mereka suka meniru tanpa bisa memilih dan memilah hal yang bijak.
Sampai sekarang, stigma masyarakat masih menganggap jika promosi kondom itu sama artinya dengan memberikan peluang bagi generasi muda untuk melakukan seks bebas. Padagal stigma ini belum tentu benar. Ada atau tidaknya kondom, seks bebas tetap terjadi dan sudah ada sejak jaman dulu sebelum kondom ada.

Beberapa bulan belakangan sempat terdengar kabar tentang diluncurkannya kondom untuk remaja laki - laki usia 12 tahun di Swiss. peluncuran kondom ini berdasarkan riset yang dilakukan pemerintah setempat yang hasilnya adalah remaja usia 12 - 14 tahun sudah aktif berhubungan seksual.. Peluncuran kondom ini bukanlah suatu upaya promosi seks bebas, namun merupakan langkah preventif dan protektif untuk mencegah timbulnya masalah lainnya seperti kehamilan tak diinginkan (KTD), aborsi, IMS hingga HIV dan AIDS.

Langkah - langkah yang dapat dilakukan untuk menghadapi berbagai permasalahan seputar remaja, diantaranya :
1. Menyediakan akses informasi bagi remaja
2. Menyediakan akses layanan kesehatan ramah remaja
3. Memberdayakan remaja

Remaja merupakan masa peralihan yang sangat rentan terhadap perubahan lingkungan internal maupun eksternal dirinya. Oleh karena itu, remaja harus dibekali dengan pengetahuan yang cukup degan tetap menyediakan layanan yang dibutuhkannya, sehingga remaja tidak terjebak pada mitos maupun lingkungan yang dapat memberikan dampak negatif bagi dirinya. Bagi remaja yang rentan terhadap permasalahan narkotika maupun yang berkaitan dengan kesehatan reproduksinya, agar mengingat konsep ABCDE yaitu :
Abstinence : Tidak melakukan hubungan seksual sebelum waktunya
Be faithful : Saling setia dengan pasangan
Condom : Menggunakan kondom
Dont Inject : Tidak menggunakan Narkoba, khususnya narkoba suntik
Education : Mencari ilmu pengetahuan dan menyebarkannya