Jangan Menyimpan Semua Uang Anda di ATM
| 22 January 2010

Berita pembobolan bank melalui ATM milik konsumen kembali marak terutama di Bali. Kasus pembobolan bank melalui mesin uang ini sebenarnya bukan hal baru. Sejak ATM diperkenalkan di Indonesia, sejak itu sudah ada rekening nasabah yang uangnya dikuras melalui mesin ATM. Hanya saja, biasanya pihak bank tidak terlalu mempublikasikan masalah ini karena semata-mata menyangkut prestise bank itu. Umumnya, kasus pembobolan terjadi karena konsumen teledor dalam menjaga kerahasiaan PIN-nya. Kebobolan uang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.
Dari akibat sifat yang boros, atau akibat pembobolan ATM yang makin sering terjadi belakangan ini. Melihat kasus pembobolan ATM seperti ini, sangat mungkin frekuensi yang terlalu sering mengambil uang di ATM memberikan ruang bagi para hacker untuk mengidentifikasi PIN anda, kemudian menguras habis uang yang tersimpan dalam rekening tabungan Anda.
Aidil Akbar Madjid, perencana keuangan, mengatakan sebaiknya kita memaksakan diri untuk menggunakan uang seperlunya sesuai anggaran. Dengan begitu, uang Anda aman tersimpan dalam pos rutin bulanan, dan tak sepenuhnya mempercayakan simpanan di ATM, apalagi mengandalkan kartu kredit. Harus ada keseimbangan mengenai pengaturan persentase uang berdasarkan pos masing-masing. Manajemen amplop merupakan solusi paling ampuh untuk mendisiplinkan diri dalam mengatur keuangan.
Manajemen amplop yang dimaksudnya adalah membagi-bagi uang sesuai pos-pos yang sudah ditentukan. Akbar mengklaim cara ini paling efektif, terutama dilakukan saat baru menerima gaji setiap bulannya. Menurutnya, sebelum mengisi amplop untuk pos kebutuhan bulanan, pastikan Anda sudah memenuhi pos seperti investasi, dana cadangan (emergency fund), dan asuransi.
Kebanyakan perempuan di kota besar membelanjakan rata-rata 80% dari pendapatannya untuk belanja, atau yang sifatnya hiburan. Kartu kredit merupakan akar masalahnya. Akbar, menegaskan kemudahan memperoleh kartu kredit juga yang membuat banyak perempuan tergoda untuk selalu berbelanja.
Anda tentu tak ingin berada dalam kondisi demikian bukan? Jadi mulai poskan uang Anda, dan disiplinkan diri untuk tidak menggunakan uang tunai yang tidak dalam anggaran. Jika masih bandel, bukan mustahil Anda pun terbelit hutang jutaan rupiah. Sebaiknya anda mulai memikirkan hal ini agar uang anda tidak terkuras habis oleh para hacker diluaran sana. Maka dari itu, pikirkan dulu sebelum bertindak apalagi untuk masalah uang.




