Si Kaya Antre Crocs, Si Miskin Antre BLT
| 17 March 2010

Antrean sudah mengular sejak pukul 07.00, meski gerai produk alas kaki asal China yang berada di bawah pemegang merek Colorado itu baru dibuka pukul 09.30. Bahkan, seorang petugas keamanan mengatakan, ada pengunjung yang sudah datang pada pukul 05.00.
Banyak pengunjung yang akhir melakukan aksi balas dendam dengan memborong sepatu karet bersel tertutup itu. Seorang nenek asal Cikampek, Cun Cun, membeli 50 sepatu.
Melihat antrean calon pembeli itu sungguh mempertegas kesenjangan sosial di negeri ini. Sementara mereka berkerumun untuk mendapatkan sepatu mahal, ribuan warga miskin berkerumun mengantre Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau zakat di kala hari raya.
Sosiolog Imam B Prasodjo menjelaskan, komposisi piramida sosial di negara ini tidak imbang. Jumlah warga miskin terlalu besar, meski ada sejumlah warga yang masuk dalam jajaran orang terkaya dunia.
Menurutnya, kondisi itu terjadi akibat kebijakan pemerintah yang lebih menguntungkan sektor modern. Sehingga, warga miskin yang kebanyakan berpola tradisional tidak berkembang. "Jadinya, orang miskin antre kebutuhan, orang kaya ngantre gaya hidup," ujarnya.
Ribuan orang mengantri di Senayan City demi mendapatkan sepatu Crocs. Antrean itu terlihat seperti ular dari lantai 1 hingga lantai 8.
Mereka sabar menanti dari lantai 1 Senayan City. Untuk membunuh waktu, banyak pengunjung menunggu sambil membaca buku, membaca koran atau makan ice cream.
Lain dengan Candra pengunjung dari Bintaro, yang mengantri dari pukul 7 demi membeli sepatu lansiran Amerika tersebut. Dia datang bersama keluarganya dan membeli 7 pasang sepatu.
Di lantai 8, antrean semakin padat, pengunjung juga disediakan kursi agar tak kelelahan mengantri. Masuk ke tempat penjualan, para pengunjung berhimpit-himpitan memilih sepatu yang ditumpuk di deretan kardus yang berjejer panjang. Pembeli pun saling berebut memilih sepatu dan sandal.
Ada pula pembeli yang terlihat kelelahan memilih sepatu lalu duduk berselonjor di lantai dengan dikelilingi puluhan sepatu.
Antrian akan ditutup pada pukul 20.00 WIB dan penjualan sepatu juga akan ditutup pada pukul 20.00 WIB. Sepatu dengan harga discount hingga 70% itu dibanderol mulai harga Rp 105 ribu hingga Rp 450 ribu.
Chief Creative Officer Director Metrox Lifestyle, Freddie Beh menuturkan Crocs Gives Back ini sebagai bentuk support kepada konsumen Indonesia khususnya para pecinta Crocs. Acara yang digelar mulai tahun lalu ini menyediakan 80 ribu sepatu, atau 2 kali lipat lebih banyak dari tahun lalu.




