Menilai dan di nilai

nilai_dan_di_nilai


oleh Bpk. Leonardi Setiono

Markus 10 : 17 - 22

Pendengar menara yang di kasihi TUHAN,

Pada ayat yang ke 17 hingga ke 18 menguraikan bahwa, satu-satunya yang baik hanyalah ALLAH (ayat 18, " jawab Yesus: "mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain daripada Allah saja""), oleh karena itu, janganlah kita sering menilai orang lain hanya karena dari perbuatannya.

misalnya, dia sering mentraktir ataupun ringan tangan, kita sudah menganggapnya sebagai orang yang baik, namun orang yang berbicara yang agak kasar sudah di anggap tidak baik. secara tidak langsung kita membandingkan dan membanding-bandingkan itu jahat di mata TUHAN (1 samuel 16 : 7, yakobus 2 : 8 - 9). hati itu 'licik' kerena tersembunyi dan tidak terlihat (yeremia 17 : 9 - 10). Kasihilah semua orang tanpa membanding-bandingkan dan memperlakukan sesuai dengan apa yang kita anggap baik. kita harus mengasihi sesuai dengan HUKUM TUHAN.

Pada ayat 19 dan ayat 20 menuraikan bahwa janganlah kita merasa lebih baik dari orang lain. TUHAN tidak berkenan pada orang yang merasa dirinya baik, sebab kita hidup karena anugerah (lukas 18 : 9). Tuhan tidak mau kita menjadi munafik (roma 14 : 12 - 13) karena, bukan orang yang tahan uji tapi orang yang di puji TUHAN ( 2 korintus 10 : 12 ,18 ).

Yang terakhir, pada ayatnya yang ke 21 dan 22, menegaskan bahwa TUHAN melihat hati. Jangan kita mencari wajah TUHAN namun hati kita tetap melekat pada dunia (matius 6 : 21). kita kan merasa 'tersiksa' sendiri jika kita melaksanakan FIRMAN TUHAN 'hanya' untuk mencari berkat TUHAN saja tanpa mencintainya.

Pendengar menara, coba lihat kembali motivasi awal kita beribadah. Jangan menilai dan jagalah hati dengan segala kewaspadaan.

Written by :
Audrin grace istheria