Mimisan / Perdarahan Hidung
| 08 November 2009

Bersama : dr. IB Surya Putra Manuaba, M.Kes, SpTHT-KL
Yang dimaksud dengan mimisan atau perdarahn hidung ialah suatu kondisi yang dapat dialami oleh semua orang yang terjadi secara tiba - tiba yang bukan merupakan suatu penyakit melainkan suatu gejala dari suatu kelainan. Seringkali mimisan timbul spontan tanpa dapat ditelusuri penyebabnya, sedangkan penyebabnya yang jelas karena trauma. Dari beberapa penyebab lokal yang dapat menimbulkan mimisan misalnya : infeksi, neoplasma ( keganasan ), kelainan congenital ataupun kelainan sistemik seperti penyakit jantung, kelainan darah, perubahan tekanan atmosfir dan gangguan hormonal. Penyebab mimisan karena trauma contohnya : mengeluarkan ingus dengan kuat, bersin yang kuat, mengorek hidung ataupun karena trauma yang hebat seperti terpukul, jatuh ataupun kecelakaan lalu lintas.
Bila mimisan terjadi, hal pertama yang harus dilakukan adalah jumlah perdarahan yang keluar, bila sedikit dan tidak terus menerus, tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan memencet cuping hidung kanan - kiri selama kurang lebih 5 menit sampai perdarahan berhenti dengan sendirinya dengan posisi kepala menunduk. Posisi kepala menunduk ini untuk menghindari kemungkinan darah masuk ke saluran pernafasan, dalam hal ini paru - paru. Karena bila diposisikan tengadah, kemungkinan dapat terjadi aspirasi dimana darah masuk ke saluran pernafasan.
Tetapi bila jumlah perdarahan banyak dan kondisi umum tampak lemah, maka segera rujuk ke pusat kesehatan yang terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat untuk memperbaiki keadaan umum dan kemudian menghentikan perdarahan yang terjadi.
Jumlah perdarahan yang terjadi pada saat mimisan adalah bervariasi terkait dengan sumber perdarahan yang terjadi. Bila perdarahan bersumber pada bagian depan ( anterior ) dari hidung, jumlah perdarahannya cenderung lebih sedikit dan dapat berhenti sendiri bila dibandingkan dengan sumber perdarahan pada bagian belakang hidung, dimana perdarahannya lebih banyak dan cenderung sulit untuk dihentikan karena ini berkaitan dengan pembuluh darah yang mensuplai.Perdarahan pada hidung bagian belakang cenderung lebih banyak karena adanya penyakit jantung yang disertai tekanan darah tinggi biasanya perdarahannya hebat dan sering kambuhan, proses keganasan terutama pada hidung bagian belakang seperti ca nasofaring, angio fibroma atau kelainan darah dimana terjadi gangguan pada proses pembekuan darah.
Bila mengalami perdarahan hidung yang hebat maka dapat terjadi shock karena jumlah darah dalam tubuh berkurang yang dapat menimbulkan anemia, dan bila hal ini berlangsung lama, maka akan terjadi penurunan kesadaran yang akhirnya dapat menimbulkan kematian bila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.




