Kenapa mesti dioperasi Seksio Sesar ??
| 17 November 2009

Bersama : dr. I.B.G. Fajar Manuaba, SpOG
Yang dimaksud dengan persalinan melalui operasi ialah jika persalinan dilakukan melalui vagina tetapi dengan menggunakan bantuan alat, berupa vaccum atau forceps ( tang ), dan hal ini dilakukan jika kepala bayi sulit untuk turun. Jadi persalinan operasi tidak selalu dengan operasi sesar.
Seksio sesar merupakan persalinan melalui pemotongan perut yang diteruskan dengan irisan pada rahim, yang tidak memandang bayinya hidup ataupun sudah meninggal.
Trend seksio sesar di Indonesia makin lama makin meningkat, yaitu 35 - 55 % dari keseluruhan persalinan yang ada. Dan pemerintah berencana untuk menurunkan angka persalinan sesar, karena dinilai masih terlalu tinggi.
Persalinan yang lancar ditentukan oleh 3 faktor yang sering disebut dengan 3P, yaitu Power ( tenaga kontraksi dari ibu ), Passive ( jalan lahir ), passenger ( bayi yang akan melewati vagina ), dimana ketiga hal ini harus sinkron agar memudahkan proses persalinan.
Untuk memantau proses persalinan, dilakukan dengan tabel partograf ( partus dan grafik ), dimana data dari ibu hamil dimasukkan ke tabel, sehingga pemantauan lebih mudah dilakukan terhadap ibu yang akan melahirkan.
Yang menyebabkan operasi sesar dilakukan :Ukuran bayi besar, tubuh ibu kurang tinggi, letak bayi abnormal, bayi cacat, letak ari-ari yang menghalangi jalan lahir.
Resiko dari operasi sesar sendiri adalah : pendarahan yang lebih mungkin terjadi, adanya laergi obat, terjadinya cidera pada organ tubuh karena dilakukannya irisan pada tubuh ibu hamil.
Jadi operasi sesar ini merupakan pilihan terakhir selain kelahiran normal, karena operasi sesar hanya memindahkan rasa sakit di akhir proses melahirkan. Untuk ibu yang sedang hamil, jangan mengharapkan operasi sesar dulu, usahakan melahirkan secara normal.




