Ultrasound 2D, 3D dan 4D
| 07 December 2009

Bersama : dr. IBG Fajar Manuaba, SpOG
Para dokter obgyn seringkali melakukan USG dalam praktek karena dapat ,endeteksi masalah lebih dini. Dimana organ wanita terletak di dalam panggul, dan hal tersebut yang menyulitkan dokter obgyn untuk melakukan deteksi melalui perabaan karena kurang sensitif. Dengan adanya USG, maka dokter obgyn sangat terbantu untuk melakukan pemeriksaan pada pasien.
Cara kerja dari USG ialah dengan memancarkan gelombang elektromagnetik seperti radar, yang terpancar melalui kabel. Dimana gelombang menembus kulit manusia sampai pada satu titik tertentu. Dimana benturan akan menimbulkan suara yang ditangkap oleh mesin USG, dan nantinya akan digambarkan pada layar USG. Pemeriksaan USG menggunakan jelly untuk mencegah gelombang suara tidak menyebar kemana-mana, agar pancarannya lurus. Karena kalau dibiarkan berpencar, maka gambaran yang muncul akan berwarna hitam.
USG abdominal merupakan USG dengan meletakkan tranduser di dinding perut, sedangakn USG transvaginal merupakan USG dilakukan melalui vagina.
Seorang ibu yang dicurigai hamil dan tes kehamilannya positif, maka bisa langsung dilakukan USG pada ibu tersebut.
Tujuan USG adalah untuk mengetahui kehamilan atau bukan kehamilan. Jika seorang wanita mengalami telat haid, maka bisa dilakukan pengetesan melalui urine.
USG tidak selalu bisa menyelesaikan masalah, jadi ada baiknya kita selalu berusaha menggunakan USG dengan fasilitas yang terbaik. Dan juga jangan berharap berlebiyhan terhadap USG.




