Waspada Diare Pada Anak

 

pain_perut

Bersama : Dr. Ida Ayu Sri Kusuma Dewi, M.Sc, SpA


Diare merupakan suatu keadaan terjadinya perubahan frekuensi buang air besar > 3 kali atau lebih sering dari biasanya dengan konsistensi encer dalam 24 jam dengan atau tanpa darah atau lendir.

Di Indonesia sendiri diperkirakan penderita diare ada 60 juta kejadian diare / tahunnya, dan 70 - 80 % penderitanya adalah anak yang berusia < 5 tahun ( 40 juta kejadian ). Kelompok ini setiap tahunnya mengalami lebih dari satu kali diare. Dan 1 - 2 % jatuh ke dalam kondisi dehidrasi dan kalau tidak tertolong, maka mereka dapat meninggal.



Secara garis besar, diare dapat disebabkan oleh karena proses infeksi maunpun non infeksi. Infeksi usus merupakan penyebab utama diare tersering pada anak. Selain itu diare dapat juga disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur dan parasit. Sedangkan infeksi ekstra usus dapat ditimbulkan oleh kondisi yang sedang terjadi misalnya infeksi telinga bagian tengah ( OMSA ), ISK dan infeksi paru.
Non infeksi sebagai penyebab diare adalah alergi terhadap obat / makanan / susu sapi, suatu keadaan imunodefesisensi, malnutrisi, kelainan saluran cerna karena defisiensi enzim saluran cerna.

Pertolongan pertama yang dapat dilakukan di rumah jika anak diare adalah dengan pemberian minum lebih sering sebanyak anak mau. Yang dapat diberikan mulai dari air sup, kuah sayur dan oralit. Sedangkan pemberian makanan diteruskan seperti biasanya. Jika pemberian pertolongan pertama tidak menunjukkan perubahan, maka segera bawa ke rumah sakit terdekat.

Komplikasi dari diare antara lain :
* dehidrasi atau kehilangan cairan, adapun kehilangan cairan yang terjadi mulai dari ringan sampai berat
* Demam
* Perut kembung
* Kejang bahkan sampai kesadaran yang terganggu
* Gagal ginjal akut

Diare dapat dicegah dengan cara :
1. Pemberian ASI ekslusif
2. Sterilisasi botol setiap pemberian susu formula jika karena suatu hal bayi tidak mendapatkan ASI
3. Persiapan / penyimpanan makanan bayi / anak secara bersih
4. Penggunaan air bersih dan matang untuk minum
5. Kebiasaan mencuci tangan terutama sebelum menyiapkan dan memberi makanan
6. Membuang tinja di jamban
7. Pemberian makanan seimbang untuk menjaga status gizi yang baik
Written by :
Lena Menara