
Di era AI, bukan cuma foto yang bisa dipalsukan. Suara juga bisa ditiru. Dan sekarang, Taylor Swift mulai pasang benteng.
Taylor Swift dikabarkan mengajukan trademark untuk suara dan identitas visualnya demi melawan penyalahgunaan AI deepfake. Langkah ini langsung viral dan memicu perdebatan besar di industri musik.
Laporan menyebut Taylor mengajukan perlindungan untuk beberapa audio clip ikonik seperti “Hey, it’s Taylor Swift” serta citra visual khasnya saat tampil di panggung.
Alasannya cukup jelas. Teknologi AI sekarang makin canggih dan bisa meniru suara artis hanya dari beberapa detik audio. Banyak fans mulai khawatir musik palsu atau endorsement palsu bakal makin sulit dibedakan.
Kasus ini bikin banyak orang bertanya: apakah masa depan musik bakal dipenuhi suara AI? Atau justru aturan baru akan muncul untuk melindungi karya asli?
Bukan cuma fans, para kreator musik dan penyiar radio juga mulai ikut diskusi. Karena kalau suara bisa dipalsukan, trust dalam industri musik bisa ikut terganggu.
Kalau menurut kamu, AI di musik itu keren… atau serem?
Jangan sampai ketinggalan update musik global paling fresh, cerita di balik artis favoritmu, dan insight seru yang dekat dengan pendengar hanya di website resmi dan siaran 102.8 Menara FM Bali.
Dapatkan cerita di balik musik, rilisan terbaru, dan perspektif yang lebih dekat dengan pendengar hanya di 102,8 Menara FM Bali.
Jl. Gatot Subroto I No. 37, Denpasar, Bali
www.menara-fm.com
marketing@menara-fm.com
+62 361 410101
More Than Just a Music
Referensi:
VOI — Taylor Swift Protects Her Voice and Image from AI Abuse
https://voi.id/en/technology/572881
Acast Daily Music Headlines — April 28 2026
https://shows.acast.com/daily-music-headlines/episodes/daily-music-headlines-april-28-2026




