
Isyana Sarasvati kembali membuktikan dirinya bukan sekadar penyanyi pop biasa. Lewat album terbaru bertajuk Eklektiko, Isyana menghadirkan proyek musik konseptual yang memadukan banyak genre, karakter, dan semesta visual dalam satu perjalanan emosional. Album ini resmi dirilis pada Mei 2026 dan langsung jadi perbincangan karena konsepnya yang disebut sebagai salah satu karya paling eksperimental dalam kariernya.
Menurut laporan Kompas.com, “Eklektiko” dibangun seperti dunia alternatif dengan beberapa chapter berbeda yang saling terhubung. Tiap lagu memiliki identitas karakter, nuansa visual, dan emosi yang unik. Isyana tidak hanya tampil sebagai penyanyi, tetapi juga storyteller yang membangun universe musiknya sendiri.
Dari Orkestra sampai Trance Metal
Di album ini, Isyana bermain sangat bebas. Ia mencampur unsur orkestra, progressive rock, elektronik, hingga metal dalam satu paket yang tetap terasa personal. Eksplorasi musikal ini sebenarnya sudah mulai terlihat sejak album “LEXICON” dan “ISYANA”, tetapi di “Eklektiko” semuanya terasa jauh lebih ekstrem dan matang.

Salah satu lagu yang paling mencuri perhatian adalah BURN. Lagu ini menjadi representasi sisi paling liar dari album “Eklektiko”. Dengan genre trance metal, “BURN” menghadirkan kombinasi dentuman elektronik, riff gitar agresif, dan scream yang jarang terdengar di musik arus utama Indonesia.
Menurut Medcom.id, Isyana juga menggandeng mantan personel band metal DeadSquad untuk membangun karakter brutal dalam lagu ini. Kolaborasi tersebut membuat “BURN” terdengar sangat intens namun tetap megah secara produksi.
Video Klip “BURN” Tampil Seperti Ritual Futuristik
Bukan hanya musiknya yang membuat heboh, video klip “BURN” juga langsung menarik perhatian publik. Visualnya tampil gelap, teatrikal, dan penuh koreografi energik yang terasa seperti pertunjukan ritual modern. Dalam video tersebut, Isyana tampil sangat berbeda dengan image awal kariernya yang identik dengan lagu-lagu pop romantis.
Menurut Gigsplay, proses produksi video klip ini melibatkan puluhan penari dengan konsep visual sinematik yang memperkuat atmosfer chaos dan emosional dari lagunya. Banyak potongan video “BURN” kini juga ramai dipakai di media sosial sebagai konten reaction dan edit video pendek.
Album yang Menunjukkan Isyana Tidak Takut Berbeda
Di tengah industri musik yang sering bermain aman, Isyana justru bergerak semakin eksperimental. “Eklektiko” terasa seperti bentuk kebebasan penuh seorang seniman yang tidak ingin dibatasi genre maupun ekspektasi pasar.
Melalui album ini, Isyana menunjukkan bahwa musik pop Indonesia juga bisa tampil kompleks, gelap, teatrikal, dan berkelas internasional. “BURN” hanyalah satu pintu masuk menuju semesta besar yang sedang ia bangun lewat “Eklektiko”.
Dapatkan cerita menarik dan lagu lagu bagus hanya di 102,8 Menara FM Bali.
Jl. Gatot Subroto I No. 37, Denpasar, Bali
Menara FM Bali
marketing@menara-fm.com
+62 361 410101
More Than Just a Music
Referensi




