Tanpa Lagu Ini, Imlek Bukan Lagi Imlek. Ini Alasannya

Perayaan Imlek di Denpasar. Photo by Ucokolok

Imlek atau Tahun Baru Lunar bukan sekadar pergantian kalender. Ia adalah momen pembaruan yang berakar pada tradisi agraris Tiongkok dan kini dirayakan secara global oleh komunitas diaspora di berbagai negara. Menurut Encyclopaedia Britannica, perayaan ini menandai awal tahun dalam sistem penanggalan lunar dan identik dengan reuni keluarga, penghormatan leluhur, serta simbol keberuntungan seperti warna merah.

Namun ada satu elemen yang sering luput dari pembahasan formal, yaitu musik. Di antara berbagai lagu perayaan, satu judul hampir selalu hadir setiap tahun, yakni lagu Gong Xi Gong Xi.

Mengapa lagu ini begitu identik dengan Imlek?

Lagu tersebut dipopulerkan oleh penyanyi Shanghai era 1940-an, Yao Lee. Ia muncul pada periode ketika Shanghai menjadi pusat industri musik modern Tiongkok. Dalam kajian Andrew F. Jones melalui bukunya Yellow Music yang diterbitkan Duke University Press, dijelaskan bahwa musik populer era itu berkembang melalui teknologi rekaman dan dinamika urban modern.

Menariknya, laporan CBC Music pada 2020 menyebutkan bahwa lagu ini tidak awalnya diciptakan khusus sebagai lagu Tahun Baru. Ia lahir dalam konteks berakhirnya Perang Tiongkok Jepang pada 1945. Liriknya merefleksikan rasa syukur atas berakhirnya masa sulit dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Kata gong xi sendiri berarti ucapan selamat atau ungkapan syukur.

Seiring waktu, makna tersebut beresonansi dengan semangat Imlek yang juga berbicara tentang pembaruan dan harapan. Lagu ini pun bertransformasi menjadi bagian dari perayaan tahunan.

Dalam liputan Al Jazeera tahun 2023 disebutkan bahwa Lunar New Year kini dirayakan lintas negara dan budaya. Dalam konteks diaspora, elemen yang diulang setiap tahun berperan penting dalam menjaga identitas kolektif. Musik termasuk di dalamnya. Lagu yang diputar secara konsisten pada momen yang sama membentuk asosiasi emosional yang kuat.

Karena itulah, ketika lagu Gong Xi Gong Xi terdengar, banyak orang langsung mengaitkannya dengan suasana Imlek. Ia bukan hanya melodi, melainkan pemicu memori tentang makan malam keluarga, kebersamaan, dan harapan baru.

Tanpa lagu tersebut, perayaan tetap berlangsung. Tradisi tetap dijalankan. Namun dimensi emosionalnya terasa berbeda. Musik membantu menjaga kesinambungan makna dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Itulah sebabnya, bagi banyak orang, tanpa lagu ini, Imlek terasa tidak sepenuhnya lengkap. Dapatkan cerita di balik sejarah budaya musik global, rilisan terbaru, dan perspektif yang lebih dekat dengan pendengar hanya di 102,8 Menara FM Bali.

Jl. Gatot Subroto I No. 37, Denpasar, Bali
 www.menara-fm.com
marketing@menara-fm.com
+62 361 410101

More Than Just a Music

Referensi

Encyclopaedia Britannica. Lunar New Year.
https://www.britannica.com/topic/Lunar-New-Year

Al Jazeera. Lunar New Year: What is it and how is it celebrated? 2023.
https://www.aljazeera.com/news/2023/1/21/lunar-new-year-what-is-it-and-how-is-it-celebrated

CBC Music. The dark history behind one of Lunar New Year’s most popular songs. 2020.
https://www.cbc.ca/music/the-dark-history-behind-one-of-lunar-new-year-s-most-popular-songs-1.5437401

Jones, Andrew F. Yellow Music: Media Culture and Colonial Modernity in the Chinese Jazz Age. Duke University Press, 2001.
https://www.dukeupress.edu/yellow-music

Musik dan Mental Health, Apa Hubungannya?

Musik sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Ia mengisi playlist pagi, menemani perjalanan, dan menguatkan suasana hati saat lelah. Tapi pertanyaannya: apakah musik hanya hiburan, atau lebih dari itu? Ternyata, ilmuwan dan penelitian modern mengatakan musik punya dampak nyata pada kesehatan mental kita.

Nada yang Berbicara ke Otak

Saat kita mendengarkan musik, otak kita bereaksi lebih dari sekadar menikmati suara. Aktivitas musik melibatkan area otak yang berhubungan dengan emosi, memori, dan sistem penghargaan — dan memicu pelepasan neurotransmiter seperti dopamin dan serotonin yang terkait dengan perasaan bahagia dan relaksasi. Ini bukan sekadar perasaan—ada dasar biologisnya. 

Klik langsung untuk membaca lebih lengkap dari sumber aslinya:
https://www.nccih.nih.gov/health/music-and-health-what-you-need-to-know
https://www.stem-journal.com/blog/musicsimpactonthebrainschemistry 

Manfaat Musik untuk Mental

Riset lokal Indonesia menyebutkan bahwa musik mampu meningkatkan suasana hati, mengurangi stres, bahkan membantu mengelola kecemasan—secara signifikan. Musik tak hanya menghibur, tetapi bisa menjadi alat yang membantu kita mengatur emosi dan kesejahteraan psikologis

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa musik yang kita sukai dapat menenangkan saraf dan memberi rasa aman pada sistem saraf pusat — sebuah keuntungan nyata bagi kesehatan mental kita dalam kehidupan yang penuh tekanan. 

Aktif atau Pasif: Kedua Arah Memberi Dampak

Tidak hanya mendengarkan. Terapi musik aktif, seperti bernyanyi atau memainkan alat musik, menunjukkan manfaat tambahan dalam mengurangi kecemasan dan meningkatkan mood. Pendekatan ini makin populer di berbagai setting kesehatan mental sebagai terapi non-invasif yang efektif dan bersifat personal. 

Relevansi untuk Kita di Bali

Di Denpasar dan Bali pada umumnya, musik bukan hanya seni—ia adalah bagian dari budaya, ekspresi, dan kebersamaan. Bagi Menara FM, musik bisa menjadi bagian dari perjalanan mental pendengar sehari-hari: menemani pagi, memecah kesendirian, serta menjadi sarana healing yang personal namun universal.

Musik yang dipilih dengan hati dapat memberi ruang untuk merasakan, bernapas, dan memproses emosi—sebuah bentuk self-care yang sederhana, murah, dan diakses kapan saja.

Dapatkan informasi rilisan musik terbaru, cerita di balik lagu, dan rekomendasi musik pilihan lainnya hanya di 102,8 Menara FM Bali
Jl Gatot Subroto 1 No 37 Denpasar, Bali
www.menara-fm.com
marketing@menara-fm.com
+62-361-410101
More Than Just a Music

Referensi 

  1. Music and Health: What You Need To Know, NCCIH — https://www.nccih.nih.gov/health/music-and-health-what-you-need-to-know 
  2. Music’s Impact on the Brain’s Chemistry, STEM Journal — https://www.stem-journal.com/blog/musicsimpactonthebrainschemistry 
  3. Pengaruh Musik Terhadap Kesehatan Mental (studi lokal)https://coursework.uma.ac.id/index.php/psikologi/article/view/569 
  4. Musik Sebagai Alternatif Penyembuhan Mental Mahasiswahttps://openjournal.unpam.ac.id/index.php/PSM/article/view/45433 
  5. Terapi Musik dalam Konteks Kesehatanhttps://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2098/terapi-musik

5 Perayaan Natal dan Tahun Baru Unik Anak Muda di Berbagai Negara

Natal dan Tahun Baru kerap dipahami sebagai perayaan yang sarat tradisi dan simbol keagamaan. Namun, dalam praktiknya, terutama di kalangan anak muda, akhir tahun juga menjadi ruang budaya yang terus berubah. Di berbagai negara, perayaan ini berkembang menjadi festival publik, ajang pertemuan sosial, hingga bentuk ekspresi gaya hidup yang khas.

Dari Amerika Latin hingga Eropa Timur, berikut sejumlah perayaan Natal dan Tahun Baru yang menunjukkan bagaimana generasi muda memaknai akhir tahun dalam konteks budaya masing-masing.


Natal Luz di Gramado: Festival, Pariwisata, dan Kota sebagai Panggung

Nativitaten Show, 39th Gramado Christmas Lights Festival – Photo by Cleiton Thiele

Di kota Gramado, Brasil, Natal tak hanya dirayakan, tetapi diproduksi sebagai pengalaman kolektif melalui Natal Luz. Berdasarkan situs resminya, festival ini berlangsung selama berminggu-minggu dengan rangkaian pertunjukan seni, parade, instalasi cahaya, dan dekorasi kota.

Natal Luz memperlihatkan bagaimana perayaan keagamaan dapat bergeser menjadi agenda budaya dan pariwisata. Ruang publik kota difungsikan sebagai panggung bersama, menarik wisatawan domestik maupun internasional. Bagi anak muda, festival ini menawarkan pengalaman visual dan hiburan yang kuat, sekaligus menunjukkan relasi erat antara budaya populer dan ekonomi kreatif.

Sumber: natalluzdegramado.com.br


Hogmanay di Edinburgh: Tradisi yang Menjadi Festival Massal

Torchlight Procession – Fri 29 Dec 2023 (© photographer – Andy Catlin www.andycatlin.com)

Di Skotlandia, Hogmanay telah lama menjadi penanda pergantian tahun. Namun dalam perkembangannya, terutama di Edinburgh, Hogmanay berubah menjadi festival berskala internasional. Mengacu pada Edinburgh Festival City, rangkaian acaranya meliputi parade obor, konser musik, pesta jalanan, dan pertunjukan kembang api.

Hogmanay mencerminkan transformasi tradisi lokal menjadi perayaan publik modern. Bagi generasi muda, momen ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi pengalaman sosial—perayaan kolektif di ruang kota yang menegaskan rasa kebersamaan.

Sumber: https://edwinterfest.com/


Winter Wonderland London: Natal sebagai Ruang Sosial Musiman

Copyright ©️ 2025 PWR Events

Di London, perayaan Natal mengambil bentuk yang lebih kasual melalui Hyde Park Winter Wonderland. Berdasarkan situs resminya, acara ini menggabungkan pasar Natal, taman hiburan, ice skating, dan pertunjukan live dalam satu kawasan.

Winter Wonderland menunjukkan bagaimana Natal dipraktikkan sebagai aktivitas sosial. Anak muda datang bukan hanya untuk merayakan hari besar, tetapi untuk bertemu, bersantai, dan mengisi waktu luang di tengah kota. Di sini, Natal menjadi pengalaman urban yang temporer, bukan sekadar perayaan simbolik.

Sumber: hydeparkwinterwonderland.com


Surfing Santa: Natal dalam Bingkai Budaya Pantai

Surfing Santa Crowd – surfingsantas.org

Di wilayah pesisir, terutama yang beriklim hangat, muncul tradisi Surfing Santa—perayaan Natal yang memadukan surfing dengan kostum Santa Claus. Mengacu pada situs Surfing Santas, tradisi ini berkembang dari komunitas peselancar dan sering dikaitkan dengan kegiatan sosial serta kebersamaan.

Surfing Santa memperlihatkan bagaimana Natal diadaptasi sesuai konteks lokal. Bagi anak muda, tradisi ini merepresentasikan gaya hidup santai dan cara merayakan yang lebih cair, jauh dari kesan formal.

Sumber: surfingsantas.org


Novy God di Rusia: Tahun Baru sebagai Pusat Perayaan

https://nationaltoday.com/novy-god-russian-new-year/

Berbeda dengan banyak negara Barat, di Rusia justru Novy God atau Tahun Baru yang menjadi perayaan utama. Berdasarkan National Today, Novy God dirayakan dengan jamuan keluarga, pertukaran hadiah, dekorasi pohon Tahun Baru, dan figur Ded Moroz.

Posisi Novy God menunjukkan bahwa makna akhir tahun sangat dipengaruhi oleh konteks sejarah dan budaya. Bagi anak muda Rusia, Tahun Baru menjadi ruang perayaan yang menggabungkan tradisi keluarga dan perayaan publik, sekaligus penanda awal baru.

Sumber: nationaltoday.com


Penutup

Beragam bentuk perayaan Natal dan Tahun Baru di dunia menunjukkan bahwa akhir tahun bukan sekadar peristiwa kalender. Ia adalah ruang budaya yang terus dinegosiasikan—antara tradisi, hiburan, dan gaya hidup generasi muda.

Di tengah perbedaan konteks dan cara merayakan, ada satu kesamaan yang tampak: kebutuhan manusia untuk berkumpul, berbagi suasana, dan menandai awal yang baru.

Selamat menikmati akhir tahun, stay tune di 102.8 Menara FM Bali melalui radio atau streaming di www.menara-fm.com